Sementara kita balik ke semester berapa ya.. yang ada mata kuliah Rekayasa Trafik (Traffic Engineering). Buat teman-teman yang sedang atau pernah mengambil mata kuliah ini tentu tidak asing lagi dengan yang namanya Erlang Formula atau juga Tabel Erlang. Disini saya tidak akan membahas detail (ga enak nanti dikira saingan sama dosen2 STT hehehe..), hanya sekedar gambaran jadi tidak blank ketika mendengar dosen cerita.

Make it easy..

Ambil kasus kita menggunakan teknologi GSM, seperti kita ketahui bahwa GSM terdiri dari 8 time slot yang bisa diduduki oleh pelanggan.

Misalnya ada satu BTS dengan konfigurasi 2/2/2 (3 sektor dengan masing-masing sektor terdiri dari 2 TRX =16 timeslot). Sehari-hari kita tidak hanya melakukan telepon, tapi kadang juga olahraga jari a.k.a SMS, artinya kita tidak hanya butuh kanal suara (TCH) namun juga butuh kanal signalling untuk mengakomodir SMS (menggunakan kanal SDCCH).

Typical value untuk tiap pelanggan yang dipakai dalam planning jaringan adalah:

TCH load= 25 mErlang
SDCCH load = 4 mErlang

(silakan cari sendiri darimana angka-angka tersebut! Banyak di literature.)

Anggap kita sudah selesai melakukan evaluasi dan didapat hasilnya 14 timeslot dipakai untuk traffic dan 2 timeslot untuk signalling. Langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah melihat Tabel Erlang yang sudah disebut diatas.

Erlang B Traffic Tables

Abbreviated – for P.02 Grade of Service Only

tabel erlang

Dari tabel erlang tersebut kita lihat untuk jumlah kanal traffic sebanyak 14 dapat menghandle 8,2 Erlang untuk bisa mencapai GOS 2%. Kalau misalkan kita ingin GOS 5% ATAU 10% tinggal dilihat tabel Erlang untuk GOS tersebut.

Yang menjadi pertimbangan adalah, dalam desain kita banyak menggunakan asumsi-asumsi (syarat dan ketentuan berlaku), sebut saja pemodelan propagasi, link budget, kita menggunakan asumsi yang tentu masih bisa ditoleransi. Namun kalau kita perhatikan sekarang, kita harus mulai pandai bermain dengan statistik, karena semenjak adanya Price War antar operator sepertinya mind set pelanggan juga berubah. Hal ini sangat berdampak terhadap network, dan perlu diperhatikan ketika teman-teman mendesain (network planning).

Ambil contoh traffic pelanggan biasanya kita menggunakan = 25 mErlang. Tapi dengan kondisi seperti sekarang mungkin kita perlu membuat nilai yang lebih real.

Misal Operator BuTel (Buce Telekomunikasi.inc) mempunyai produk sebagai berikut

Load trafic
Note. (Load traffic silakan cari sendiri darimana nilainya)

Dari tabel diatas didapat rata-rata traffic untuk masing-masing pelanggan adalah:

0,57 Erlang! (bandingkan dengan typical value yang biasa kita gunakan antara 25-35 mErlang). Artinya kalau kita mendesain masih dengan data yang lama, sementara pola pikir pelanggan sudah berubah, Network akan mengalami Overload.

Yang ujungnya adalah susah call, drop call, hingga Network Down, impactnya tentunya pelanggan tidak puas, pergi, dan (Operator BuTel tidak jadi didirikan..)

Sementara ini dulu ‘pelajaran’ nya..

Bagi temen-temen yang masih kuliah, Ganbatte!!

Tidak ada ilmu yang tidak berguna.

Lain kali, kalau ada kesempatan kita oprek2 lagi mata kuliah yang lain.

Warm Regards

Saran & kritik: dani_balsem@yahoo.co.id

~

Just to know

Erlang
http://en.wikipedia.org/wiki/Agner_Krarup_Erlang